i will meet you in the corner of life, where the heart can heal and soul can mend

Apakah hak kita ?…

May 29, 2007 · 4 Comments

Tulisan ini kubuat untuk menanggapi tulisan ini…makanya baca dulu itu ya sayang…
Tulisan ini ada setelah tulisan ini….
“Ketika bencana melanda Indonesia secara bertubi-tubi, apakah kita punya hak untuk mempertanyakan keputusan Tuhan ? … Apakah Tuhan harus mengutarakan sebabnya kepada kita ? … Kita tidak punya hak sedikitpun untuk mempertanyakan siapa yang Dia kutuk dan siapa yang Dia berkahi — karena itu semua memang hak dan pilihan-Nya.”

 

Hmm..mempertanyakan dsini yang d maksud bukan mempertanyakan yang Dia kutuk dan siapa yang Dia berkahi (karena itu memang hak dan pilihannya), mempertanyakan disini yang dimaksud adalah mempertanyakan ALASANNYA. Seakan-akan kita berkata, “Hai Tuhan, mengapa kami Kamu beri bencana seperti ini????”, bukan pertanyaan seperti ini “Hai Tuhan siapakah d antara kami yang Engkau kutuk dan Engkau berkahi dalam musibah ini”. Yang diperbolehkan adalah pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua itu memang hak TUhan.. Bagaimanakah cara bertanya kita tentang alasan Tuhan memberi bencana…pending dulu
Aku coba jawab paragraph yang ini :
“Pantaskah kita mempertanyakan keputusan Tuhan ? … kita hanya manusia biasa dan tak memiliki kekuasaan untuk itu …”..
Jawabannya pantas jika yang kita tanyakan adalah ALASAN Tuhan memberi kita bencana, dan absurd jika yang kita tanyakan adalah siapa yang dia kutuk dan siapa yang dia berkahi.
Trus mungkin kita bertanya lho gmana kamu bertanya pada Tuhan tentang ALASAN knapa Dia memberi bencana?…
Kata bertanya dalam hal ini konotasi, sekali lagi, bertanya dalam hal ini konotasi. Bertanya dsini bukan berarti kita sembahyang trus mengajukan pertanyaan pada Tuhan tentang alasan mengapa Dia menjatuhkan bencana pada kita, bukan seperti itu. Tapi kata bertanya dsini cenderung berarti kita memikirkan bagaimana kelakuan, tindak tanduk kita kepada Tuhan, perilaku kita pada Tuhan apakah ada yang salah? Apakah hubungan kita dengan lingkungan ada yang salah?
Misal, Tuhan melarang berzina, berarti kita memikirkan apakah kita masih suka berzina?
(I bet it s common in indon.., dont i?). Trus kalo dengan lingkungan, apakah kita sudah ramah dengan lingkungan? Prosees itu namanya INTROSPEKSI… Bertanya pada Tuhan sekali lagi bukan berarti kita bertanya dalam doa setelah sholat “Ya Allah, berikan alasanmu mengapa Engkau memberi bencana?…” (Masio sampek bungkuk Rek, yo ra bakalan dijawab)…dan bukan juga pertanyyaan seperti “Tuhan siapakah yang Engkau azab dan siapa yang Engkau berkahi”. Bukan sekali lagi bukan.

Tuhan ngga perlu mengutarakan sebabnya pada kita secara langsung,tapi kita yang harus mikir, knapa Tuhan berbuat seperti itu. Khan punya akal, mikir dunk….apa alasan Tuhan. Dan proses itu namanya INTROSPEKSI..

Categories: Uncategorized

4 responses so far ↓

  • fertobhades // May 29, 2007 at 7:41 pm

    Betul mas… INTROSPEKSI memang jawaban kedalamnya.

    Tapi saya sering mengkritik orang-orang yang mengkaitkan moralitas dengan bencana (tsunami, gempa bumi, dll) dan membawa-bawa nama Tuhan. Kita tidak perlu penjelasan metafisik atas berbagai bencana, seakan-akan keduanya punya hubungan sebab akibat.

  • jurig // May 30, 2007 at 2:39 am

    hehehe … kirain mau komen ternyata tanggapannya disini … :)

    anu mas … saya tahu maksud mas mahendra itu nyuruh kita introspeksi … cuma saya ga sreg aja kalo bawa2 nama Tuhan … hehehe …

    dan di postingan saya itu, saya cuma mengingatkan diri saya untuk selalu bercermin dan introspeksi …

    semoga kesalahpahaman kitasaya ini tidak berlanjut … :)

    peace ! …

  • anas // May 31, 2007 at 3:01 am

    Tuhan ngga perlu mengutarakan sebabnya pada kita secara langsung,tapi kita yang harus mikir, knapa Tuhan berbuat seperti itu. Khan punya akal, mikir dunk….apa alasan Tuhan. Dan proses itu namanya INTROSPEKSI..

    Ya bener banget mas kita memang harus INTROSPEKSI dan merenung akan segala hal yang ada di sekitar kita, kita harus menjadikannya sebagai pengingat akan perilaku kita dan menjadikannya tonggak agar dapat lebih baik lagi.

  • mahendra025 // June 30, 2007 at 3:20 pm

    fertobhades ::
    “Kita tidak perlu penjelasan metafisik atas berbagai bencana, seakan-akan keduanya punya hubungan sebab akibat”

    Mnurut saya ini sebab akibat mas….

    jurig::
    ;)

    anas::
    [-O

Leave a Comment