Oleh2 Lembur (Campus Night Party n Kontes Waria)

Tulisan ini aku buat pas ak ada lembur d wartal. Yah secara ngga sengaja TV nyetel Trans TV acaranya Reportase Malam. Berita pertama tentang Pasar Turi yang kebakaran ngga padam2 n so on…Setelah beberapa berita berlalu sampailah pada berita yang menggelitik telingaku tentang Campus Night Party yaitu acara dugem e anak mahasiswa Jakarta. There…ada sexy dancer nya rek. Wuih..uayuu…sexy tenan, pakaiane pun cukup membuat imajinasiku liar. Pengunjung2nya pun ngga kalah cantik n sexy. Tank top mah ddah biasa apalagi backless. Paling hanya yang panu-an yang ngga make backless. Belahan2 dada putih mulus koyo kacang goreng ae (ada d mana2 d acara itu). Ya mungkin ini bukan hal asing bagi mereka yang seneng dugem, tapi ini bener2 asing bagiku. Kemudian berita kedua tentang kontes waria. Ya tahu sendirilah bagaimana cara mereka yang salah kodrat itu mengekspresikan salah kodratnya.
Maksudku menulis berita ini d blog adalah :
1. Aku kok merasa pengen ya ikutan dugem kaya gt. Kepengen tetep onok rek… Jujur aku pengen.
2. Aku merasa prihatin. Khan gt itu ngrusak generasi kita. Dan kayaknya pihak trans TV juga mengamini berita itu. Maksudnya berita itu dibawakan seakan-akan hal itu dah biasa, lumrah, dan ngga melanggar norma agama.

Jadi inget tadi di email temen ceweku pas waktu sma. Dia njaga banget suasana hatinya dalam berinteraksi dengan lawan jenis. “Ada perasaan seneng pun itu ngga harus diungkapkan Ndra..ntar cinta itu d ungkapkan dan d ekspresikan setelah hubungan sah” kira2 gt dia ngomong manasehatiku supaya menjaga hati… Teduh sekali…seperti permen coklat d telinga;)). Trus arek itu kirim ak file ini ketika_cinta_berbalas.doc. Thanks ya…
(Sayang…dia ngga ada kcenderungan ma ak ;)) )
Trus coba bandingkan sama mahasiswa2 yang dugem tadi. Interpret it urself!!

Ukuran Posisi Manusia dengan Tuhan

Saya, yang seorang Islam abangan n semi sekuler ini, akan mencoba mnulis tentang pengalaman ku yang aneh dmana pada khutbah jumat kmren ak ngga ngantuk n tidur. Jumatan kmrn ngga seperti biasa nya…waktu khotbah = waktunya ngantuk n tidur. So ak bisa denger n memperhatikan khotbah sang khotib.

Khotbahnya tentang cara bagaimana mengukur posisi kita d mata Tuhan. Yaitu posisi apakah kita jauh ato dekat, posisi apakah kita ridho apa ngga dgn keputusan Tuhan, dan terakhir posisi apakah kita sudah dapat hidayah apa blum.

Dengan gayanya yang lugas dan jelas sang Khotib memberikan penerangan deskriptip tentang jarak kita dengan Tuhan melalui percakapan 2 orang petani di sebuah desa d Jawa Timur (coz mereka pake bahasa Jawa Timuran). Orang pertama A dan kedua B.

Part I
A:”Kang kang…sak jane sampyan iku cedek opo adoh karo Gusti Allah to kang?”
B:”Yo ak dewe ra ngerti ngono kuwi, lha kowe opo ngerti coro ne ngukur?”
A:”Yo yen aku ngene kang, carane ngukur karo tanggepan e awak e dewe yen ditimbali karo Gusti Allah. Misal e onok adzan, lha atine awak e dewe pye yen krungu adan. Yen awak e dewe ninggal penggawean gae teko neng panggone adan iku tondone awak e dewe cedak karo Gusti Allah”.
B:”Ooo…ngono yo…”

Part II
A:”Kang, sampyan ngerti Gusti Allah iku wes ridho opo durung karo sampyan”
B:”Lha yo ora ngerti aku. Kowe kuwi aneh2 ae. Wong Gusti Allah kuwi ora kethok. Lha kowe opo yo ngerti?”.
A:”Yo ngerti kang. Tondo ne Gusti Allah ridho neng sampyan iku yo prasane atimu yen dprintah opo dilarang marang Gusti. Yen atimu ridho karo aturan n larangan e Gusti Allah yo berarti Gusti Allah ridho karo sampyan. Misal e Gusti Allah dawuh yen ora oleh madon, yo yen sampyan ridho ora madon yo berarti Gusti Allah ridho mbek sampyan”
B:”Ooo…ngono yo…Iyo bener awakmu”

Part III
A:”Kang, kowe ngerti kowe kuwi wes entuk hidayah opo urung?”
B:”Ora, kowe ngerti maneh to? Pye?”
A:”Carane ngene kang, tondone wong wes entuk hidayah opo urung kuwi neng tiap tumindak e, tiap kelakuane opo di-cross check-ne karo aturan e Gusti Allah. CrossCheck kuwi mau kanggo ngerti tumindak e iku bener opo salah”.
B:”Ooo…ngono yo…Iyo bener awakmu. Kok tambah pinter kowe”

Setelah obrolan, si A dan si B pulang ke rumah masing-masing. Istri dan anak menunggu…….

Jangan Membabi Buta Salahkan Tentara pada kasus Pasuruan

Sebelum nulis, saya tegaskan bahwa saya bukan anak tentara, ato calon mantu seorang tentara….Pokoknya latar belakang keluarga saya bukan militer…

Tulisan ini tentang tragedi berdarah di Pasuruan dimana diberitakan Marinir AL “menembak” warga..dan opini publik dan pers…jelas menyalahkan sang Marinir..

ehmm..ntar ya sayang nulisnya…masih ada overtime niy…:p

Sori..karena kesimpangsiuran kebenaran….saya ngga bisa nerusin tulisan ini. Intinya saya memandang masalah dengan asas praduga tak bersalah. Bisa Marinir yang salah, bisa juga warga..semua masih serba mungkin dan dalam penyidikan

Apakah hak kita ?…

Tulisan ini kubuat untuk menanggapi tulisan ini…makanya baca dulu itu ya sayang…
Tulisan ini ada setelah tulisan ini….
“Ketika bencana melanda Indonesia secara bertubi-tubi, apakah kita punya hak untuk mempertanyakan keputusan Tuhan ? … Apakah Tuhan harus mengutarakan sebabnya kepada kita ? … Kita tidak punya hak sedikitpun untuk mempertanyakan siapa yang Dia kutuk dan siapa yang Dia berkahi — karena itu semua memang hak dan pilihan-Nya.”

 

Hmm..mempertanyakan dsini yang d maksud bukan mempertanyakan yang Dia kutuk dan siapa yang Dia berkahi (karena itu memang hak dan pilihannya), mempertanyakan disini yang dimaksud adalah mempertanyakan ALASANNYA. Seakan-akan kita berkata, “Hai Tuhan, mengapa kami Kamu beri bencana seperti ini????”, bukan pertanyaan seperti ini “Hai Tuhan siapakah d antara kami yang Engkau kutuk dan Engkau berkahi dalam musibah ini”. Yang diperbolehkan adalah pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua itu memang hak TUhan.. Bagaimanakah cara bertanya kita tentang alasan Tuhan memberi bencana…pending dulu
Aku coba jawab paragraph yang ini :
“Pantaskah kita mempertanyakan keputusan Tuhan ? … kita hanya manusia biasa dan tak memiliki kekuasaan untuk itu …”..
Jawabannya pantas jika yang kita tanyakan adalah ALASAN Tuhan memberi kita bencana, dan absurd jika yang kita tanyakan adalah siapa yang dia kutuk dan siapa yang dia berkahi.
Trus mungkin kita bertanya lho gmana kamu bertanya pada Tuhan tentang ALASAN knapa Dia memberi bencana?…
Kata bertanya dalam hal ini konotasi, sekali lagi, bertanya dalam hal ini konotasi. Bertanya dsini bukan berarti kita sembahyang trus mengajukan pertanyaan pada Tuhan tentang alasan mengapa Dia menjatuhkan bencana pada kita, bukan seperti itu. Tapi kata bertanya dsini cenderung berarti kita memikirkan bagaimana kelakuan, tindak tanduk kita kepada Tuhan, perilaku kita pada Tuhan apakah ada yang salah? Apakah hubungan kita dengan lingkungan ada yang salah?
Misal, Tuhan melarang berzina, berarti kita memikirkan apakah kita masih suka berzina?
(I bet it s common in indon.., dont i?). Trus kalo dengan lingkungan, apakah kita sudah ramah dengan lingkungan? Prosees itu namanya INTROSPEKSI… Bertanya pada Tuhan sekali lagi bukan berarti kita bertanya dalam doa setelah sholat “Ya Allah, berikan alasanmu mengapa Engkau memberi bencana?…” (Masio sampek bungkuk Rek, yo ra bakalan dijawab)…dan bukan juga pertanyyaan seperti “Tuhan siapakah yang Engkau azab dan siapa yang Engkau berkahi”. Bukan sekali lagi bukan.

Tuhan ngga perlu mengutarakan sebabnya pada kita secara langsung,tapi kita yang harus mikir, knapa Tuhan berbuat seperti itu. Khan punya akal, mikir dunk….apa alasan Tuhan. Dan proses itu namanya INTROSPEKSI..

IniFiles…..muach muach :p

IniFile read and Write function….
Never memorize what u can look up..

function Tdmodul.INIFileRead(Section, Indent: String): String;
var Ini : TInifile;
GetStr : String;
begin
Ini := TInifile.Create(ExtractFilePath(Application.ExeName)+’Default.ini’);
try
GetStr :=Ini.Readstring(Section, Indent ,ExtractFilePath(Application.ExeName)+’Def.Ini’);
Result := trim(GetStr);
finally
Ini.Free;
end;
end;

function Tdmodul.INIFileWrite(Section, Indent, Path: String): String;
var Ini : TInifile;
GetStr : String;
begin
Ini := TInifile.Create(ExtractFilePath(Application.ExeName)+’default.ini’);
try
Ini.WriteString(Section, Indent, path);
Result := ”;
finally
Ini.Free;
end;
end;

dont leave me dry…

i was listening radiohead when i wrote it..
God..dont leave me dry..
sometimes You give me power to loving U and to do all that U wants..and sometimes it disappears.
It`s the best thing that i ever had..
If U leave me will U take me with U ?

suck lovely interbase

Hello…long not write down here..
I feel, i wanna use my blog for memorize some of suck things in my working place. U know that Albert Einsten said that ‘never memorize what u can look up’. It works here

Now i`ll write Interbase Autoincrement.
There is no Autoincrement n autonumber at interbase so we solve this problem with some script here..

Suppose that we have a table named mahasiswa. It has fields named nrp and nama. We wanna have auto inc in the integer nrp field. So we can use generator and trigger.

CREATE GENERATOR “GEN_NRP”;

and the trigger like that

SET TERM ^ ;

/* Triggers only will work for SQL triggers */

CREATE TRIGGER “AUTOINC” FOR “MAHASISWA”
ACTIVE BEFORE INSERT POSITION 0
AS
BEGIN
NEW.nrp = GEN_ID(gen_nrp, 1);
END
^

COMMIT WORK ^
SET TERM ;^

so if we wanna insert a new row data, we can abandon nrp field.That s my short tutorial bout trigger…